Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/2/2026). Rakor tersebut menitikberatkan pada percepatan dan maksimalisasi sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya penguatan tata kelola program.
Khofifah menegaskan, besarnya cakupan penerima manfaat MBG di Jawa Timur yang telah mencapai 8.415.882 jiwa harus diimbangi dengan standar keamanan dan mutu pangan yang terjamin. Karena itu, seluruh SPPG didorong memenuhi kriteria sertifikasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 18 Februari 2026, sebanyak 1.214 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, 795 SPPG memiliki sertifikasi chef, 137 bersertifikat halal, 99 tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), 83 menerapkan ISO 22000, dan 38 unit telah menerapkan ISO 45001.
Secara keseluruhan, terdapat 3.339 SPPG di Jawa Timur, dengan 3.125 unit telah operasional dan 214 dalam tahap persiapan. Program ini didukung 145.946 petugas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Dari aspek pengawasan, sekitar 69,40 persen SPPG telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dan 91,31 persen di antaranya dinyatakan memenuhi syarat. Sebanyak 1.231 SPPG juga telah dilakukan pemeriksaan sampel media lingkungan, dengan 91,38 persen memenuhi standar. Sementara itu, 76,3 persen penjamah makanan telah mengikuti pelatihan keamanan pangan.
Meski capaian tersebut cukup progresif, Pemprov Jatim tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya kasus keracunan pangan. Untuk itu, dibentuk Tim Gerak Cepat (TGC) serta penguatan surveilans kesehatan lingkungan. Pemeriksaan sampel air, makanan, hingga spesimen klinis dilakukan secara menyeluruh, disertai rekomendasi perbaikan pada proses pengadaan bahan baku hingga distribusi.
Khofifah menekankan penerapan lima kunci keamanan pangan, mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menjaga suhu aman, hingga memastikan kualitas air dan bahan baku.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi capaian Jawa Timur yang melampaui rata-rata nasional dalam pemenuhan SLHS. Ia menilai implementasi MBG di Jatim menjadi salah satu yang terbaik secara nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal melalui perputaran anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp4,17 triliun. (tas)

