Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan program pemberdayaan senilai Rp7.735.250.000 dalam kegiatan Sapa Bansos di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2). Penyaluran ini menjadi bansos pertama Tahun Anggaran 2026 sekaligus bagian dari strategi terpadu penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Khofifah, distribusi anggaran tersebut bukan sekadar bantuan tunai, melainkan bagian dari desain besar pembangunan yang mengintegrasikan perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi desa. “Perlindungan sosial kita kuatkan, desa kita berdayakan agar masyarakat naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari total anggaran tersebut, alokasi Tahap I di Kabupaten Pasuruan sebesar Rp4.589.450.000 yang bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jatim, serta dukungan BUMD.
Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I diberikan kepada 1.747 keluarga masing-masing Rp500.000 dengan total Rp873.500.000. Program ini akan disalurkan dalam empat tahap dengan total mencapai Rp3.494.000.000 sepanjang 2026. Selain itu, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem Tahap I disalurkan sebesar Rp2.254.500.000 kepada 1.503 jiwa sebagai bagian percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis data presisi.
Pada sektor inklusivitas, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Tahap I diberikan kepada 83 penerima masing-masing Rp900.000 dengan total Rp74.700.000. Selama empat tahap, alokasi ASPD mencapai Rp298.800.000.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pemprov Jatim menyalurkan Rp300.000.000 melalui program KIP Putri Jawara kepada 100 perempuan penerima manfaat. Sementara KIP PPKS Jawara diberikan kepada 10 penerima dengan total Rp30.000.000 guna memperkuat usaha produktif kelompok rentan.
Penguatan desa juga menjadi fokus melalui bantuan Rp941.350.000 untuk BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa, ditambah zakat produktif BUMD Rp15.000.000 bagi 30 penerima.
Khofifah menegaskan desa harus menjadi episentrum pertumbuhan baru. “Kalau desa kuat, ekonomi daerah akan kuat. Stabilitas sosial akan terjaga jika keluarga rentan kita dampingi,” tegasnya.
Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti sinergi konkret antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasuruan. (tas)

