Surabaya (prapanca.id) – Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan menjadi satu-satunya kota dari Indonesia yang berpartisipasi dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026. Forum global tersebut berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 4–6 Februari 2026 dan diinisiasi oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo.
TGFC 2026 mempertemukan 20 kota dunia yang tergabung dalam jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF untuk berbagi kebijakan, praktik baik, serta inovasi dalam pemenuhan hak anak dan remaja. Sejumlah kota global yang hadir antara lain Auckland, Berlin, Brussels, Copenhagen, London, New York, Singapura, Toronto, hingga Vienna.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyampaikan bahwa keikutsertaan Surabaya menjadi pengakuan atas konsistensi kebijakan kota dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada anak dan keluarga.
“Kehadiran Surabaya menempatkan kota ini sejajar dengan kota-kota dunia yang menjadi rujukan global dalam kebijakan anak dan remaja,” ujar Irvan, Minggu (8/2/2026).
Dalam forum tersebut, Pemkot Surabaya mempresentasikan pendekatan layanan anak yang holistik dan integratif, mulai dari usia dini hingga remaja. Kebijakan ini juga menekankan pelibatan orang tua, termasuk peran ayah, sebagai bagian penting dalam ekosistem pengasuhan dan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Kota Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, menjelaskan bahwa pembangunan kota ramah anak di Surabaya diwujudkan melalui kehadiran layanan publik yang dekat dan berkelanjutan, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, hingga penguatan keluarga berbasis komunitas melalui Balai RW.
Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta forum internasional karena dinilai mampu menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif dan berbasis komunitas.
Keikutsertaan Surabaya juga diperkuat oleh rekam jejak prestasi, termasuk tujuh kali berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional serta menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam CFCI UNICEF. (tas)

