Surabaya (prapanca.id) — Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja nasional dengan menggelar dua ajang kompetisi berskala nasional, yakni Lomba Inovasi K3 2026 dan Safety Photo & Video Challenge 2026.
Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto, menjelaskan bahwa kedua kompetisi tersebut terbuka untuk masyarakat umum di seluruh Indonesia. Peserta dapat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, praktisi K3, komunitas, hingga perusahaan, baik secara perorangan maupun tim atau instansi.
Mengusung tema membangun ekosistem pengelolaan K3 nasional yang profesional, andal, dan kolaboratif, pendaftaran serta pengumpulan karya telah dibuka sejak 28 Januari hingga 10 April 2026.
Menurut Edi, tantangan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di masa depan semakin kompleks dan tidak dapat lagi diselesaikan hanya melalui pendekatan regulatif atau kepatuhan administratif. Diperlukan inovasi sosial, kreativitas lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Melalui Lomba Inovasi K3 2026, peserta didorong menghadirkan gagasan dan solusi inovatif yang berkaitan langsung dengan peningkatan K3. Bentuk inovasi yang dapat diikutsertakan mencakup produk, sistem, metode kerja, teknologi, program, hingga kebijakan. Seluruh karya yang diajukan diharapkan bersifat orisinal, aplikatif, serta siap atau telah diterapkan di lingkungan kerja nyata.
Sementara itu, Safety Photo & Video Challenge 2026 dirancang sebagai medium kampanye visual untuk meningkatkan literasi K3 di ruang publik. Kompetisi ini mengajak peserta menampilkan praktik keselamatan kerja, baik di tempat kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari, melalui karya foto dan video kreatif.
Edi menilai pendekatan visual memiliki daya pengaruh yang kuat dalam membentuk persepsi, kesadaran, dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya keselamatan kerja. Melalui visual yang kuat dan komunikatif, pesan K3 diharapkan lebih mudah dipahami dan diterima oleh publik luas.

Melalui dua kompetisi ini, DK3P Jatim berharap praktik-praktik baik tersebut dapat terdokumentasi, direplikasi, dan dijadikan referensi dalam pengelolaan K3 secara nasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem K3 yang lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Dengan keterlibatan publik yang luas, DK3P Jatim optimistis ajang ini mampu melahirkan inovasi serta narasi positif yang mendorong peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor. (agu)

