Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan investasi asing, khususnya dari Jepang, tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government–Japanese Business Networking Reception yang digelar di Harris Hotel and Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha Jepang tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, saat ini terdapat 212 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang yang beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS. Jepang pun tercatat sebagai penyumbang PMA terbesar keempat di Jawa Timur.
“Kepercayaan ini kami apresiasi setinggi-tingginya. Investor Jepang telah menjadi mitra strategis pembangunan ekonomi Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, investasi Jepang umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi, sehingga berkontribusi besar dalam penguatan struktur industri Jawa Timur, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.
Selain menciptakan lapangan kerja, PMA Jepang juga dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi serta mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM lokal.
Untuk menjaga kepercayaan investor, Pemprov Jatim terus melakukan reformasi perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS). Pemprov juga menyediakan layanan informasi investasi melalui POINT Jatim serta pendampingan after care melalui KLIK – Mobile Investment Clinic.
“Investasi yang masuk harus tumbuh secara berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Khofifah.
Pada tahun 2025, realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan Jatim dalam tiga besar nasional. Bahkan pada Triwulan IV 2025, investasi Jatim tumbuh 31,6 persen secara kuartalan dan 11,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ia juga menyambut baik ajakan dialog intensif guna mengatasi tantangan investasi lintas budaya dan regulasi.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Jawa Timur, antara lain PT Ajinomoto Indonesia, PT Meiji Indonesia Pharmaceutical Industries, dan PT Otsuka Indonesia. (tas)

