Surabaya (prapanca.id) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong penguatan industri modest fashion lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global melalui penyelenggaraan Nusantara Modest Fashion Festival (NUMOFES) 2026.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Arumi secara resmi membuka rangkaian kegiatan NUMOFES 2026 yang digelar di Ciputra World Surabaya, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus apresiasi bagi pelaku industri kreatif, khususnya sektor fashion muslim dan UMKM lokal Jawa Timur.
NUMOFES 2026 menghadirkan 20 stan tenant yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari busana muslim, gamis, fashion kreatif, hingga produk kuliner dari UMKM dan brand lokal. Selain pameran, festival ini juga diramaikan dengan fashion show karya desainer-desainer lokal yang mengangkat kekayaan budaya dan identitas Nusantara.
Dalam sambutan yang dibacakan Arumi, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, sektor fashion dinilai sebagai lokomotif utama yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur serta menyerap tenaga kerja, khususnya perempuan.
“Ekonomi kreatif, khususnya fashion, telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arumi.
NUMOFES 2026 juga menampilkan kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, di mana karya fashion terinspirasi dari film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”. Sinergi ini dinilai mampu memberikan nilai tambah produk sekaligus memperkuat promosi budaya lokal.
Melalui sambutan tersebut, Gubernur Jawa Timur juga menekankan pentingnya amanah dan integritas dalam berwirausaha di tengah pesatnya digitalisasi, termasuk penggunaan sistem transaksi digital yang aman dan transparan.
Pemprov Jatim terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pendampingan UMKM, kolaborasi lintas perangkat daerah, serta kemitraan dengan pelaku industri kreatif. NUMOFES 2026 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat pengembangan modest fashion nasional. (tas)

