Surabaya (prapanca.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau sekaligus melakukan panen bandeng di Kampung Perikanan Budidaya (KPB) “Kampung Bandeng” Desa Pangkhah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan ketahanan pangan nasional berbasis potensi pesisir dan sektor perikanan budidaya yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Jawa Timur.
Kampung Bandeng Pangkhah Wetan telah ditetapkan sebagai kawasan perikanan budidaya melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021. Kawasan ini dikenal sebagai sentra strategis budidaya bandeng di Jawa Timur yang berkontribusi besar terhadap pasokan pangan ikan nasional.
Adhy Karyono menyampaikan bahwa keberadaan Kampung Bandeng Pangkhah Wetan menunjukkan besarnya potensi pesisir jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kawasan ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor perikanan budidaya mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dampaknya terasa dari hulu hingga hilir,” ujar Adhy.
Desa Pangkhah Wetan memiliki luas wilayah sekitar 5.300 hektare dengan potensi lahan budidaya mencapai 3.840 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 378 hektare telah dikembangkan sebagai kampung perikanan budidaya dengan pola usaha tambak tradisional hingga semi-intensif.
Aktivitas perikanan di kawasan ini melibatkan sedikitnya 813 pembudidaya dan 992 nelayan, serta didukung lebih dari 2.400 tenaga kerja harian, panen, dan pascapanen. Komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi bandeng, udang vaname, udang windu, nila salin, dan kepiting.
Total produksi budidaya di Kampung Bandeng Pangkhah Wetan mencapai 20.000–25.000 ton per tahun, sedangkan produksi perikanan tangkap berkisar 15.000–20.000 ton per tahun. Produk bandeng dipasarkan dalam bentuk segar maupun olahan dengan harga di tingkat pembudidaya berkisar Rp23.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Adhy menambahkan, penguatan kelembagaan melalui kelompok pembudidaya ikan, kelompok pengolah dan pemasar, serta kelompok nelayan menjadi kunci dalam mendorong hilirisasi dan perluasan pasar.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi pengembangan Kampung Bandeng Pangkhah Wetan sebagai bagian dari strategi nasional menjaga pasokan pangan dan menciptakan lapangan kerja di wilayah pesisir.
“Perikanan budidaya seperti ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat,” tegasnya. (tas)

