Surabaya (prapanca.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat sertifikasi tanah wakaf sebagai bagian dari upaya negara menghadirkan kepastian hukum dan melindungi aset umat dari potensi konflik dan sengketa pertanahan.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (23/1/2026).
Menurut Khofifah, percepatan sertifikasi tanah wakaf menjadi langkah strategis untuk memastikan aset wakaf terdata secara legal, terpetakan dengan baik, serta terintegrasi dengan Kebijakan Satu Peta nasional.
“Kita ingin menemukan format sinergi yang paling efektif agar percepatan sertipikat wakaf di Jawa Timur dapat berjalan signifikan,” ujar Khofifah.
Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 15.031 bidang tanah wakaf di Jawa Timur telah terdaftar. Besarnya potensi tersebut, kata Khofifah, memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat antara Kanwil Kementerian Agama dan Kanwil ATR/BPN.
Dalam forum tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya peran Kantor Pertanahan (Kantah) dan Kepala KUA sebagai pintu masuk koordinasi di lapangan. Ia menilai, percepatan tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, namun dapat disederhanakan jika tidak ditemukan kendala substantif.
“Prosesnya bisa dioptimalkan jika tidak ada musykilah. Karena itu, prosedur akan dibedah bersama agar target percepatan dapat dimaksimalkan,” tegasnya.
Sinergi antarinstansi ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya dalam pelayanan pendaftaran tanah wakaf, penerbitan sertifikat, dan pendampingan kepada nazhir.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri menekankan pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan wakaf di era modern. Menurutnya, sertifikasi wakaf merupakan jembatan antara nilai keikhlasan dalam ajaran agama dan tata kelola negara.
“Jika penataannya baik, maka tata kelola perwakafan juga akan tertib dan memberi maslahat bagi umat,” pungkas Asep. (tas)

