Jakarta (prapanca.id) – Platform media sosial X secara resmi membuka kode sumber (open source) algoritma feed “For You” yang menjadi tulang punggung sistem rekomendasi kontennya. Algoritma ini menggunakan arsitektur transformer yang sama dengan model kecerdasan buatan Grok, buatan perusahaan xAI.
Langkah ini menandai upaya X untuk meningkatkan transparansi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas pengembang global dalam menyempurnakan sistem rekomendasi konten berbasis kecerdasan buatan.
Berbasis Perilaku Pengguna, Bukan Aturan Manual
Berbeda dengan sistem rekomendasi tradisional yang mengandalkan aturan buatan manusia, feed “For You” di X sepenuhnya mengandalkan model AI untuk menyaring dan memberi peringkat unggahan. Penilaian konten dilakukan berdasarkan riwayat interaksi pengguna, seperti unggahan yang disukai, dibagikan, atau dihindari.
Model ini dirancang untuk memprediksi preferensi pengguna dengan tujuan meningkatkan interaksi positif—misalnya like dan engagement—serta meminimalkan interaksi negatif seperti pemblokiran akun.
Konten dengan skor tertinggi kemudian dipilih untuk membentuk feed personal setiap pengguna, sehingga pengalaman berselancar di platform menjadi lebih relevan dan dinamis.
Sumber Konten dan Mekanisme Penyaringan
Algoritma mengumpulkan kandidat unggahan dari dua sumber utama. Pertama, konten dari akun yang sudah diikuti pengguna (in-network). Kedua, konten dari luar jaringan (out-of-network) yang berpotensi menarik minat pengguna berdasarkan pola interaksi sebelumnya.
Untuk menjaga kualitas feed, sistem secara otomatis menghapus konten yang baru saja dilihat, unggahan dari akun yang diblokir, serta konten yang telah dihapus atau dianggap tidak sesuai. Algoritma juga memastikan keberagaman dengan membatasi kemunculan unggahan berulang dari kreator yang sama.
Transparansi dan Evaluasi Terbuka
Dengan dibukanya kode algoritma ini di GitHub, publik dapat melihat secara langsung cara kerja sistem rekomendasi X. Manajemen X mengakui bahwa algoritma tersebut masih membutuhkan banyak penyempurnaan, namun transparansi dinilai penting agar proses perbaikannya dapat diawasi dan dikembangkan secara terbuka.
Kode sumber algoritma akan diperbarui secara berkala setiap empat minggu, seiring dengan pengembangan fitur dan penyesuaian model AI yang digunakan.
Arah Baru Pengembangan Media Sosial
Langkah open source ini dipandang sebagai pendekatan baru dalam pengelolaan algoritma media sosial, di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap akuntabilitas, transparansi, dan etika penggunaan kecerdasan buatan. Dengan membuka akses terhadap algoritma inti, X berupaya membangun kepercayaan sekaligus mendorong inovasi berbasis kolaborasi. (agu)

