Surabaya (prapanca.id) – Ikatan Alumni Himpunan Mahasiswa Manajemen (IKA HMM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar Temu Alumni bertajuk “Ngopi Seduluran” di kawasan Kebun Raya Mangrove, Gunungsari, Surabaya, Minggu (18/1). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas angkatan, tetapi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang berasal dari kalangan alumni.
Sejak pagi, suasana kawasan Kebun Raya Mangrove tampak ramai. Puluhan alumni hadir dan sejumlah peserta terlihat sibuk menata meja di serambi auditorium untuk menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari jasa, *food and beverage*, hingga produk kriya.
Koordinator UMKM alumni HMM UPN “Veteran” Jatim, Mirsha Putri Pratiwi, mengatakan gelar produk UMKM ini merupakan bagian dari upaya pengurus alumni dalam membuka akses pasar bagi pelaku usaha.
“Gelar produk UMKM ini sekaligus menjadi jembatan untuk membuka pasar baru bagi peserta. Harapannya, UMKM binaan kami lebih berpeluang dikenal oleh jejaring alumni dari berbagai angkatan,” ujar Mirsha, yang juga pemilik brand Dimsum D’toekoe.
Perempuan yang akrab disapa Icha itu menambahkan, ke depan IKA HMM akan melanjutkan pendampingan UMKM alumni melalui program-program strategis. “Pendampingan akan berlanjut dengan berbagai kegiatan, seperti inkubasi UMKM. Alumni pelaku usaha akan mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas produk atau jasa, manajemen produksi, keuangan, hingga strategi membangun merek,” jelasnya.
Sejumlah brand UMKM yang turut meramaikan kegiatan ini antara lain D’toekoe Dimsum, Pizza Pahlawan 28, Fafa Store, Sari Rahayu, Salad Chips, Pokypok, makanan khas Lamongan, Zaz Shop, serta Embun Craft.
Kehadiran UMKM di tengah acara temu alumni mendapat respons positif dari peserta. Arinda Juwitasari, pemilik produk Pokypok dan alumni HMM 2009, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulillah senang sekali. Antusiasme pembeli cukup tinggi dan pesanan datang silih berganti. Respon positif juga datang dari teman-teman IKA yang peduli UMKM,” ujarnya.
Meski demikian, Arinda memberikan masukan terkait keterbatasan ruang. “Ruangnya cukup sempit sehingga kurang nyaman, tetapi kerumunan pembeli masih bisa dikendalikan. Semoga ke depan produk UMKM ini semakin dikenal oleh alumni dan juga kerabat mereka,” katanya.
Hal senada disampaikan Nur Fajri Rahmawati, pemilik produk kriya Embun Craft. Ia mengaku terkesan dengan suasana kekeluargaan yang terbangun dalam acara tersebut. “Amazing dan keren. Kekeluargaan terasa hangat, saling mendukung satu sama lain tanpa ada persaingan bisnis,” tutur Fajri.
Sementara itu, Ketua IKA HMM UPN “Veteran” Jawa Timur, W Rahma Fawaid menyampaikan apresiasinya terhadap alumni yang merintis usaha mandiri. “IKA HMM berupaya memberikan yang terbaik bagi alumni, khususnya teman-teman pelaku UMKM. Semoga jejaring alumni ini bisa memberikan nilai tambah bagi semuanya,” ujar alumni jurusan Manajemen angkatan 2008 tersebut.
Dengan menggabungkan silaturahmi dan penguatan ekonomi alumni, Temu Alumni IKA HMM UPN “Veteran” Jatim ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi seluruh anggota.(*)

