Surabaya (prapanca.id) – Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan dampak psikologis, terutama bagi anak-anak. Merespons kondisi tersebut, relawan WANALA Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan trauma healing dan edukasi kebersihan bagi siswa SDN 6 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi Tim Tanggap Bencana Sumatra WANALA UNAIR sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana. Dua relawan, Dhea Arda Noor Syamsu (DIKLATSAR 43) dan Julio Gitra Setiawan (DIKLATSAR 44), terjun langsung mendampingi anak-anak dalam proses pemulihan psikososial.
Dhea menjelaskan bahwa trauma healing dilakukan dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, serta mengikuti permainan ringan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman.
“Kami berusaha mencairkan suasana dengan aktivitas bermain agar anak-anak bisa kembali tersenyum dan tidak terus terbayang pengalaman bencana,” ujar Dhea.
Selain itu, relawan juga membuka ruang dialog sederhana agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan dan komunikasi antara relawan dan peserta.
Tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, WANALA UNAIR juga memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya praktik mencuci tangan yang benar. Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dhea menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Anak-anak tampak aktif, ceria, dan berani berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Pihak sekolah pun memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini membantu anak-anak kembali bersemangat belajar dan perlahan pulih dari trauma,” pungkasnya. (tas)

