Surabaya (prapanca.id) – Jalur Golden Ticket Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menjadi perhatian calon mahasiswa berprestasi. Namun, capaian prestasi lomba saja belum cukup untuk mengamankan tiket istimewa tersebut. Pameran Airlangga Education Expo (AEE) 2026 justru menjadi salah satu syarat utama yang wajib diikuti peserta.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Dr Achmad Solihin SE MSi, menegaskan bahwa AEE bukan sekadar ajang promosi pendidikan, melainkan bagian dari proses seleksi Golden Ticket.
“Kalau ingin memahami Golden Ticket secara utuh, datang ke AEE. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan menjadi momen penting bagi calon Ksatria Airlangga,” ujar Solihin, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga syarat utama bagi calon pendaftar Golden Ticket. Pertama, siswa harus eligible mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kedua, menjadikan Universitas Airlangga sebagai pilihan pertama di SNBP. Ketiga, memiliki sertifikat keikutsertaan dalam AEE 2026.
Golden Ticket merupakan program tahunan UNAIR untuk menjaring siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Prestasi yang dinilai mencakup berbagai bidang, mulai dari olimpiade, kepemimpinan siswa seperti ketua OSIS, olahraga, hingga penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia.
Menariknya, jalur Golden Ticket tidak mengurangi kuota reguler SNBP. Sebaliknya, penerimaan melalui jalur ini menjadi tambahan di luar kuota yang telah ditetapkan.
Solihin menegaskan bahwa tidak ada kuota tetap Golden Ticket di setiap fakultas. Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan kelayakan peserta. “Kalau prestasinya belum memenuhi standar, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan,” katanya.
Dalam proses penilaian, PPMB UNAIR memperhitungkan bobot prestasi, tingkat kejuaraan, peringkat juara, serta linearitas prestasi dengan program studi yang dipilih. Selain itu, kredibilitas sertifikat juga menjadi perhatian utama.
“Kami tidak hanya melihat ikut lomba, tetapi capaian juaranya dan siapa penyelenggaranya. Banyak olimpiade yang sifatnya bisnis, terutama yang online, dan ini menjadi catatan kami,” tegas Solihin.
Sebagai penutup, ia mengingatkan calon mahasiswa agar selektif dalam memilih ajang prestasi dan tidak mudah percaya pada klaim kerja sama pihak tertentu dengan UNAIR. (tas)

