Surabaya (prapanca.id) – Upaya perlindungan anak di Kota Surabaya diperkuat menyusul maraknya pemberitaan dugaan penculikan di berbagai wilayah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.4/32621/436.7.8/2025 yang berisi arahan peningkatan kewaspadaan dan langkah pencegahan penculikan anak di seluruh kecamatan, kelurahan, dan satuan pendidikan.
Dalam keterangannya, Wali Kota Eri menyampaikan bahwa isu penculikan anak dapat memicu kecemasan masyarakat apabila informasi yang beredar tidak terverifikasi. Karena itu, ia meminta warga untuk tidak hanya waspada, tetapi juga kritis terhadap sumber informasi.
“Informasi harus bersumber dari pihak resmi. Kita tidak ingin hoaks justru memicu kepanikan,” ujar Eri.
SE tersebut menginstruksikan seluruh elemen masyarakat—mulai RT/RW, tokoh agama, pemuda, hingga Satgas PKBM dan Satgas PPA—untuk memperketat pengawasan lingkungan dan memperkuat Siskamling. Setiap aktivitas mencurigakan harus segera dilaporkan ke pihak berwajib atau layanan darurat 112.
Pemkot menekankan pentingnya edukasi bagi anak dan orang tua. Anak perlu diajarkan untuk menolak ajakan orang tidak dikenal, menghindari pemberian dari orang asing, hingga berteriak meminta bantuan jika dalam bahaya. Orang tua juga diminta meningkatkan literasi digital agar dapat memantau aktivitas anak di gawai.
Di sektor pendidikan, sekolah wajib memperketat pengawasan harian. Guru piket dan petugas keamanan harus memantau situasi terutama saat jam pulang sekolah. Sistem penjemputan diperketat, dan murid tidak diizinkan meninggalkan sekolah tanpa verifikasi pihak penjemput.
“Untuk transportasi online, sekolah harus memastikan ada bukti pemesanan yang valid,” tegas Eri.
Satuan pendidikan diminta mengoptimalkan peran TPPK/PPKSP untuk memberikan penyuluhan tentang kewaspadaan terhadap upaya penculikan, termasuk yang bermula dari media sosial.
Wali Kota Eri menutup dengan penegasan bahwa perlindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Ini bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah. Semua warga harus ikut menjaga keselamatan anak-anak Surabaya,” katanya. (tas)

