Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama komunitas Pirus Indonesia menggelar Kontes dan Pameran Batu Mulia se-Indonesia di Kaza Mal Surabaya. Acara yang berlangsung pada 21–23 November 2025 ini menjadi ajang berkumpulnya para pecinta batu akik dari berbagai daerah untuk memamerkan koleksi terbaik mereka sekaligus memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara yang berhasil menyatukan para pecinta batu mulia dari seluruh penjuru Nusantara.
Menurut Eri, batu akik bukan hanya objek estetika, tetapi juga simbol kekayaan alam dan budaya Indonesia. “Batu ini adalah suatu keindahan dari budaya Indonesia. Ada batu bacan, batu pirus, ada kalimaya dan banyak lagi. Batu ini menunjukkan betapa besarnya Indonesia dengan keindahan alamnya,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Batu Akik sebagai Perekat Persaudaraan
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu mengatakan bahwa kecintaan terhadap batu mulia telah melahirkan rasa persaudaraan yang kuat di kalangan para kolektor.
“Pecinta batu ini, di mana pun kita berada tetap menjadi saudara selamanya,” ungkapnya.
Cak Eri berharap, kegiatan ini dapat memperkuat semangat persatuan di seluruh Nusantara. “Semoga ini menjadi trigger (pemicu) bahwa kita bisa bersatu lewat batu. Dengan keindahan batu-batu dari alam Indonesia, kita bisa menyatukan Nusantara,” tambahnya.
Ratusan Kolektor Bersaing Rebut Piala Wali Kota
Kontes batu mulia ini juga dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari. Para peserta dari berbagai provinsi menampilkan ragam batu akik unggulan, mulai dari bacan, pirus, kalimaya, hingga batu unik lainnya.
Setiap batu dinilai dari kualitas, keaslian, warna, kejernihan, dan karakteristik khas lainnya. Para pemenang berhak membawa pulang penghargaan bergengsi berupa Piala Wali Kota Surabaya.
Gelaran ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keragaman batu mulia tanah air serta memperkuat jejaring komunitas kolektor akik di tingkat nasional. (tas)

