London (prapanca.id) – BBC pada Kamis (14/11) resmi meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengeditan yang menyesatkan pada cuplikan pidato Trump tanggal 6 Januari 2021. Namun, lembaga penyiaran publik Inggris itu menegaskan tidak melakukan pencemaran nama baik dan menolak dasar ancaman gugatan senilai US$1 miliar yang diajukan kubu Trump.
Ketua BBC Samir Shah mengirim surat pribadi ke Gedung Putih, menyampaikan penyesalan atas edit dalam dokumenter yang menampilkan pidato Trump sebelum massa pendukungnya menyerbu Gedung Capitol saat Kongres bersiap mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam Pilpres 2020 — kemenangan yang hingga kini masih diklaim Trump dicurangi.
BBC mengaku bahwa dokumenter tersebut tanpa sengaja menimbulkan kesan bahwa bagian-bagian pidato yang ditampilkan merupakan satu segmen berkelanjutan. Padahal, potongan itu berasal dari rentang waktu hampir satu jam berbeda.
“Kami menerima bahwa edit kami secara tidak sengaja menimbulkan kesan seolah kami menayangkan satu bagian pidato yang berkelanjutan, bukan kompilasi dari beberapa titik pidato, yang dapat memberi pemahaman keliru bahwa Presiden Trump menyerukan tindakan kekerasan secara langsung,” tulis BBC dalam pernyataan penarikan kembali (retraction).
Dokumenter tersebut—bagian dari program “Panorama” berjudul Trump: A Second Chance?, yang tayang menjelang Pilpres AS 2024—diproduksi pihak ketiga. Produser diketahui memadukan tiga kutipan dari dua bagian pidato Trump, membuatnya tampak seperti satu kalimat utuh yang menggambarkan Trump mengajak massa untuk “fight like hell.” Bagian di mana Trump menyerukan demonstrasi secara damai tidak ditampilkan.
Ancaman Gugatan US$1 Miliar dari Trump
Pengacara Trump sebelumnya mengirim surat kepada BBC, menuntut permintaan maaf lengkap dan ancaman gugatan sebesar US$1 miliar atas dugaan kerugian reputasi. Tenggat bagi BBC untuk merespons ditetapkan pada hari Jumat.
Meski telah meminta maaf, BBC tidak menanggapi tuntutan kompensasi tersebut. Dalam laporan beritanya sendiri, BBC menegaskan tidak akan membayar ganti rugi apa pun.
Situasi ini menambah tekanan internal BBC, yang sudah memuncak hingga Direktur Jenderal Tim Davie dan Kepala Pemberitaan Deborah Turness mengundurkan diri. Davie menyatakan bahwa skandal tersebut merusak reputasi BBC dan bahwa sebagai pemimpin, “tanggung jawab berhenti pada saya.”
Tantangan Hukum bagi Trump
Sejumlah pakar hukum menilai Trump menghadapi hambatan besar jika ingin melanjutkan kasus ini, baik di Inggris maupun di Amerika Serikat.
Di Inggris, batas waktu pengajuan gugatan telah lewat lebih dari setahun. Selain itu, ganti rugi atas pencemaran nama baik di Inggris jarang melebihi £100.000 (sekitar US$132.000). Sementara di AS, dokumenter tersebut tidak ditayangkan sehingga sulit membuktikan bahwa publik Amerika menilai Trump lebih buruk akibat tayangan yang tidak mereka saksikan.
Meski demikian, Trump sebelumnya kerap meraih penyelesaian hukum bernilai besar dari media AS. Juli lalu, Paramount—pemilik CBS—menyetujui pembayaran US$16 juta setelah Trump menggugat terkait wawancara “60 Minutes” dengan Kamala Harris yang diduga diedit untuk menguntungkan Harris.
Tahun lalu, ABC News juga membayar US$15 juta untuk menyelesaikan kasus pencemaran nama baik terkait pernyataan keliru George Stephanopoulos mengenai kasus hukum Trump dan penulis E. Jean Carroll. (sas)

