Surabaya (prapanca.id) – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tahun 2025 di Kota Surabaya berlangsung khidmat pada Rabu (24/9/2025). Acara yang digelar di Graha YKP, Jalan Medokan Asri Utara, mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”.
Rangkaian peringatan diawali dengan penampilan seni dari kader PKK kecamatan se-Surabaya, meliputi pertunjukan angklung, kolintang, hingga paduan suara.
Wali Kota Eri Apresiasi Kader PKK
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK yang telah berkontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, selama 53 tahun perjalanan PKK, organisasi ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menuntaskan persoalan sosial, termasuk stunting.
“Selamat Hari Kesatuan Gerak PKK tahun 2025. Matur nuwun kepada seluruh jajaran PKK Kota Surabaya atas dedikasi dan kerja kerasnya. PKK telah banyak berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujar Eri.
Cak Eri, sapaan akrabnya, berharap PKK terus menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga berkualitas di Surabaya. “Saya berharap PKK konsisten dalam membangun keluarga sejahtera, baik dari aspek moral, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, maupun ekonomi,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menciptakan generasi unggul. “HKG ini mengingatkan bahwa setiap manusia harus bermanfaat bagi orang lain. Hal itu dicontohkan para kader PKK yang hadir dari hati, mendatangi rumah-rumah warga, dan menunjukkan budaya Arek Suroboyo,” tegasnya.
Apresiasi dari Ketua TP PKK Surabaya
Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya program PKK. Ia menilai keberhasilan gerakan PKK tidak lepas dari sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
“Kami sebagai PKK adalah mitra pemerintah, bergerak untuk pemberdayaan perempuan, anak, dan keluarga. Terima kasih kepada seluruh partner yang luar biasa, termasuk camat, lurah, kepala puskesmas, hingga perangkat daerah yang selalu mendampingi,” kata Ning Rini.
Ning Rini juga mengapresiasi dukungan akademisi, seperti IDI dengan 183 dokter spesialis anak, FKM Universitas Airlangga, Poltekkes Kemenkes, ITS, hingga HIMSI. Menurutnya, kolaborasi tersebut menghasilkan dampak nyata, mulai dari program PMBA (Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak), rumah sehat, hingga pendampingan pola asuh.
“Output yang kita dapatkan adalah perubahan pola asuh orang tua terhadap anak. Ini bukan sekadar lomba, tapi menjadi kebiasaan baru yang lebih baik,” jelasnya.
31 Kader Terima Penghargaan
Dalam kesempatan itu, TP PKK Surabaya juga memberikan penghargaan kepada 31 kader yang telah mengabdi selama 25 tahun tanpa henti. Selain itu, Pemkot Surabaya turut menyerahkan piala kepada Juara Umum lomba “Bersama Wujudkan Surabaya Emas Jilid IV” yang berhasil diraih Kecamatan Bulak.
Ning Rini menutup dengan pesan agar seluruh kader tetap mengedepankan keikhlasan dalam mengabdi. “Saya yakin dan saya titipkan Kota Surabaya kepada jenengan semua. Bergeraklah dengan hati, bergeraklah dengan ikhlas,” pungkasnya. (tas)

