Surabaya (prapanca.id) – Ajang bergengsi Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2025 resmi dimulai. Ratusan pemuda-pemudi berusia 18 hingga 24 tahun mendaftar untuk mengikuti seleksi dan berkompetisi menunjukkan gagasan, kreativitas, serta kontribusi nyata demi memajukan pariwisata dan kebudayaan Kota Pahlawan.
Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya bekerja sama dengan Paguyuban Cak dan Ning Surabaya. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 19 September hingga Grand Final pada 12 Oktober 2025 di Balai Kota Surabaya, yang rencananya akan disaksikan langsung oleh Wali Kota Surabaya.
Cak dan Ning merupakan Duta Pariwisata Kota Surabaya yang berperan sebagai representasi pemuda dalam memperkenalkan potensi budaya, sejarah, hingga pariwisata kota.
Tema “The Soul of Collaboration”
Mengusung tema “The Soul of Collaboration”, pemilihan tahun ini menekankan nilai kolaborasi, gotong-royong, dan semangat kebersamaan. Filosofi tersebut sejalan dengan karakter Kota Surabaya yang dikenal solid dalam membangun dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Dewan Kehormatan Cak dan Ning Surabaya, Berry Febrio Silvio Pariela, menegaskan bahwa Duta Pariwisata tidak hanya dituntut berpenampilan menarik, tetapi juga harus mampu memberikan aksi nyata.
“Mereka juga ditantang bergotong-royong, menunjukkan komitmen dan aksi nyata yang bermanfaat serta dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kebudayaan dan pariwisata,” ujar Berry, Sabtu (20/9/2025).
Seleksi Ketat Menuju Grand Final
Sementara itu, Ketua Paguyuban Cak & Ning Surabaya, Yazerlyn Nadila Balqis, menyampaikan bahwa proses seleksi akan menjaring 15 Cak dan 15 Ning terbaik yang akan tampil di Grand Final.
“Melalui Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2025, kami berharap potensi pemuda-pemudi Surabaya dapat semakin terangkat. Mereka bukan hanya berwawasan luas, tetapi juga siap berkolaborasi dalam memajukan kebudayaan dan pariwisata, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ning Zerlin.
Ketua Panitia, Nasya Putri Risdyan Tari, menambahkan bahwa peserta akan menghadapi berbagai tahapan penilaian, mulai dari wawasan sejarah, kebudayaan, pariwisata, hingga pemahaman kultur sosial Kota Surabaya.
“Para peserta diuji bukan hanya kecerdasan intelektual, tapi juga kemampuan komunikasi, kepribadian, dan kepedulian sosial,” jelas Nasya.
Wadah Gagasan Pemuda Surabaya
Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2025 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pariwisata. Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga menjadi ruang kontribusi nyata bagi anak muda Surabaya sebagai agen perubahan untuk masa depan kota.
Dengan semangat kolaborasi yang diusung, Pemkot Surabaya berharap Cak dan Ning yang terpilih mampu membawa nama baik kota, memperkuat identitas kebudayaan, serta memperluas promosi pariwisata hingga ke kancah nasional maupun internasional. (tas)

