Mojokerto (prapanca.id) – Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) bersama PT Margabakti Sari Sejahtera (MbSS) resmi memulai pembangunan Masjid Al-Musafirin di Rest Area KM 753 B Tol Surabaya-Gempol.
Peletakan batu pertama dilakukan pada Sabtu (13/9/2025) oleh Ketua Pembina YDSF, Prof. DR. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, bersama Komisaris Utama PT MbSS, H.R. Mohamad Faried. Pembangunan masjid ini ditargetkan selesai pada Februari 2026 dan siap digunakan untuk menyambut Ramadhan serta arus mudik Lebaran.
Kapasitas Lebih Besar, Fasilitas Lebih Nyaman
Masjid yang sebelumnya bernama As-Safar ini semula hanya mampu menampung sekitar 280 jemaah. Setelah pembangunan selesai, kapasitas meningkat menjadi 450 jemaah. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp4 miliar.
Masjid Al-Musafirin akan dibangun dengan desain minimalis modern. Fasilitas yang disediakan antara lain toilet khusus jemaah dan umum, area ramah disabilitas, taman, serta playground untuk anak. Dengan fasilitas tersebut, para musafir diharapkan dapat beribadah sekaligus beristirahat dengan nyaman.
Kolaborasi untuk Kebaikan Bersama
Ketua Pembina YDSF, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bukti nyata kebersamaan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Ini bukti kalau kita sama-sama punya tujuan ke depan yang lebih baik, sekaligus memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang,” ujar Nuh.
Hal senada disampaikan Komisaris Utama PT MbSS, Mohamad Faried, yang juga mantan Bupati Lamongan. Ia menekankan bahwa selama ini kapasitas masjid di rest area tersebut belum memadai, sehingga banyak musafir tidak kebagian tempat untuk beribadah.
“Alhamdulillah, kami bisa bersinergi dengan YDSF dalam membangun dan mengelola masjid ini. Insya Allah akan lebih banyak menampung jemaah,” tutur Faried.
Masjid Kedua yang Dibangun YDSF di Rest Area
Sebelumnya, YDSF juga telah membangun masjid di Rest Area KM 725 A Tol Surabaya-Mojokerto pada 2023 dengan biaya pembangunan serupa. Kehadiran Masjid Al-Musafirin di KM 753 B diharapkan semakin memperluas akses ibadah yang layak bagi para pengguna jalan tol.
Dengan adanya fasilitas baru ini, Rest Area KM 753 B Tol Surabaya-Gempol bukan hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga pusat spiritual yang nyaman bagi musafir. (agu)

