Pasuruan (prapanca.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 16 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menggelar serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi bank sampah bertema “Dari Sampah Jadi Rupiah” serta kerja bakti penanaman pohon dalam gerakan Tandur Turi.
Pada Sabtu (28/6), mahasiswa KKN UINSA mengadakan sosialisasi di Balai Desa Toyaning yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Menghadirkan narasumber dari Komunitas Bank Sampah Syariah, Eka Nur Wahyu Safitri Ramadhani, S.E., kegiatan ini memperkenalkan konsep bank sampah sebagai solusi berbasis ekonomi sirkular dengan prinsip syariah.
“Melalui sistem bank sampah syariah, sampah bisa bernilai ekonomi. Prinsip transparansi dan keadilan dalam sistem ini menjamin pengelolaan yang jujur dan berkah,” ujar Eka saat menyampaikan materi.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknis pengelolaan bank sampah. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk sistem bank sampah yang berkelanjutan di Dusun Turi.
Tandur Turi: Penghijauan dan Identitas Lokal
Sebagai kelanjutan dari program pengabdian, pada Minggu (6/7), mahasiswa KKN 16 UINSA bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Toyaning menggelar kegiatan penghijauan bertajuk Tandur Turi.
Dimulai pukul 06.00 WIB, mereka menanam 100 bibit pohon turi (Sesbania grandiflora) di sepanjang jalan masuk Dusun Turi. Pemilihan pohon turi dilakukan karena sesuai dengan nama dusun dan memiliki manfaat ekologis.
Arian Rabani Setiawan, Koordinator Desa KKN, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa cinta terhadap alam sekitar.
“Menanam pohon tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga soal menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap lingkungan,” ujarnya.
Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa dan anggota Karang Taruna. Suasana penuh kebersamaan tampak saat mereka saling membantu dalam proses menggali tanah, menanam, hingga menyiram bibit pohon.
Ketua Karang Taruna Dusun Turi, Alaika Badrudin, memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang.
“Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga dan mahasiswa. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Melalui sosialisasi dan aksi nyata di lapangan, mahasiswa KKN UINSA menunjukkan komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi mereka dengan warga dan Karang Taruna menciptakan sinergi positif untuk membangun lingkungan yang lebih lestari sekaligus meningkatkan nilai sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil dan kolaborasi sederhana, namun berdampak besar bagi masa depan. (anz)

