Jakarta (prapanca.id) – Komitmen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dalam membangun strategi komunikasi digital yang konsisten kembali membuahkan hasil gemilang. Perusahaan yang merupakan bagian dari Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina ini kembali meraih Indonesia Top Digital PR Award 2025 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam kategori Special Achievement for Subsidiary BUMN.
Penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh InfoEkonomi.id ini diserahkan pada Kamis, 26 Juni 2025, di Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap anak perusahaan BUMN yang sukses mengelola strategi Digital Public Relations (PR) untuk memperkuat citra dan reputasi perusahaan di mata publik.
Pengakuan terhadap PEPC didasarkan pada hasil survei dari Tras N Co, yang menggunakan tiga parameter utama:
- Digital Media Aspect
- Digital Sentiment Aspect
- Digital Awareness Aspect
Hasilnya, PEPC berhasil mencatatkan lebih dari 8.000 ulasan internet, 4.500 pemberitaan, serta 5.000 pencarian pengguna internet terkait aktivitas dan informasi perusahaan sepanjang periode penilaian Top Digital PR Index 2025.
Manajer Communication Relations & CID PEPC, Rahmat Drajat, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang kembali diraih pihaknya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari InfoEkonomi.id. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi perusahaan, terutama dalam menghadapi era digital yang begitu dinamis,” ujarnya.
Rahmat menambahkan bahwa PEPC akan terus menempatkan aspek Environmental, Social & Governance (ESG) sebagai inti strategi komunikasi.
“Sebagai perusahaan yang mendukung ketahanan energi nasional, kami berkomitmen menjalankan komunikasi yang etis, transparan, dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Teknologi digital kami manfaatkan secara optimal melalui media sosial, website, hingga pemberitaan online, guna menyampaikan pesan secara efektif dan membangun citra positif perusahaan,” jelasnya.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa PEPC tak hanya berperan strategis dalam sektor energi, tetapi juga sebagai pionir dalam transformasi komunikasi digital di lingkungan BUMN. (anz)

