Jakarta (prapanca.id) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya bersama Bank Jakarta meluncurkan Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta dalam ajang Lomba Karya Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2026. Inisiatif ini dihadirkan untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas yang mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran perbankan dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya kontribusi Bank Jakarta.
Kolaborasi antara organisasi profesi wartawan dan lembaga perbankan daerah tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi keuangan publik melalui karya jurnalistik yang informatif, edukatif, dan berbasis fakta. Selain menjadi wadah kompetisi bagi insan pers, kategori khusus ini juga diharapkan dapat menghadirkan berbagai perspektif mengenai transformasi industri perbankan dan dampaknya terhadap masyarakat.
Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, mengatakan bahwa media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran kategori Literasi Keuangan Bank Jakarta menjadi ruang bagi jurnalis untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar jurnalistik, tetapi juga mampu memperluas pemahaman publik mengenai kontribusi sektor perbankan terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kesit menilai kompetisi ini dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk mengangkat berbagai aspek strategis yang dilakukan Bank Jakarta, mulai dari inovasi layanan, program pemberdayaan masyarakat, transformasi digital, hingga dukungan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.
Dari pihak perbankan, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyambut positif penyelenggaraan kategori khusus tersebut. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. Melalui kompetisi ini, Bank Jakarta berharap muncul karya-karya jurnalistik yang mampu menggambarkan berbagai inovasi dan kontribusi perusahaan secara objektif dan berimbang.
Senada dengan itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menilai ajang ini dapat mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif bagi masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan berimbang memiliki peran penting dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman terhadap layanan dan produk perbankan.
Kategori Khusus Literasi Keuangan Bank Jakarta terbuka bagi seluruh wartawan media massa di Indonesia. Peserta dapat mengikuti tiga kategori lomba yang disediakan, yakni Berita Feature, Artikel Opini, dan Foto Feature.
Panitia juga menetapkan tiga tema utama yang dapat menjadi fokus karya peserta, yaitu Penguatan UKM, Digitalisasi Perbankan Jakarta, serta Ekosistem Keuangan Perbankan. Seluruh karya yang diikutsertakan wajib mencantumkan kata kunci “Bank Jakarta” dan dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi resmi yang disediakan oleh pihak bank.
Periode pengiriman karya dibuka hingga 31 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, dewan juri akan melakukan seleksi untuk menentukan lima karya terbaik pada masing-masing kategori sebelum memasuki tahap penilaian akhir.
Penjurian akan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kategori. Untuk kategori Berita Feature, aspek yang dinilai meliputi kedalaman liputan, kekuatan human interest, relevansi tema, kualitas penulisan, akurasi data, dan orisinalitas karya. Pada kategori Artikel Opini, fokus penilaian mencakup kekuatan argumentasi, penggunaan data dan referensi, kedalaman analisis, relevansi tema, serta kebaruan gagasan yang disampaikan.
Sementara itu, kategori Foto Feature akan menitikberatkan pada kemampuan visual dalam menyampaikan cerita, nilai jurnalistik, kesesuaian dengan tema, kualitas teknis fotografi, komposisi gambar, serta kekuatan caption sebagai pendukung narasi.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa trofi, piagam penghargaan, dan uang tunai sebesar Rp15 juta untuk juara pertama pada masing-masing kategori. Selain itu, dua nominee terbaik di setiap kategori akan memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta.
Melalui kategori khusus ini, Bank Jakarta berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan perbankan, memperkuat reputasi sebagai bank pembangunan daerah yang modern dan inovatif, serta memperluas eksposur positif melalui karya-karya media massa yang berkualitas.
Kolaborasi antara PWI Jaya dan Bank Jakarta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem informasi yang sehat di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan keterlibatan media, masyarakat, dan sektor jasa keuangan, inisiatif ini diyakini dapat mendorong peningkatan literasi keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan nasional. (agu)

