Surabaya (prapanca.id) – New York Knicks mencatat salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah NBA setelah mengalahkan San Antonio Spurs 107-106 pada Game 4 Final NBA 2026, Kamis (11/6/2026) WIB. Kemenangan tersebut membuat Knicks unggul 3-1 dalam seri best-of-seven dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar juara pertama sejak 1973.
Bermain di Madison Square Garden, Knicks sempat berada di ambang kekalahan setelah tertinggal hingga 29 poin. Spurs tampil dominan sejak awal laga dan bahkan memasuki jeda babak pertama dengan keunggulan 27 angka.
Situasi semakin sulit bagi tuan rumah ketika San Antonio memperlebar margin menjadi 81-52 pada kuarter ketiga. Namun Knicks menunjukkan mental juara dengan perlahan memangkas ketertinggalan melalui permainan agresif Jalen Brunson dan OG Anunoby.
Brunson menjadi motor kebangkitan New York dengan torehan 36 poin. Sementara Anunoby menyumbang 33 poin dan menjadi pahlawan kemenangan lewat tip-in krusial setelah tembakan tiga angka Brunson meleset pada detik-detik terakhir pertandingan.
Bola yang memantul dari ring berhasil disambar Anunoby dan masuk ke keranjang saat waktu tersisa 1,2 detik. Spurs gagal membalas pada penguasaan bola terakhir sehingga Knicks mengamankan kemenangan tipis 107-106.
Menurut data NBA, tidak pernah ada tim yang mampu bangkit dari defisit lebih dari 24 poin dalam pertandingan Final NBA sejak pencatatan play-by-play lengkap dimulai pada 1997. Rekor sebelumnya dipegang Boston Celtics yang bangkit dari ketertinggalan 24 poin melawan Los Angeles Lakers pada Final NBA 2008.
Kemenangan ini menjadi salah satu comeback terbesar sepanjang sejarah Final NBA sekaligus membawa Knicks semakin dekat dengan gelar juara yang telah mereka nantikan lebih dari lima dekade.
Di sisi lain, Spurs menghadapi situasi yang semakin sulit. Mereka wajib memenangi tiga pertandingan beruntun jika ingin membalikkan keadaan dan merebut trofi Larry O’Brien.
Selain kekalahan menyakitkan tersebut, Spurs juga mendapat kabar kurang baik terkait Victor Wembanyama. Bintang muda asal Prancis itu menerima flagrant foul 1 setelah menyikut dagu Karl-Anthony Towns pada kuarter ketiga.
Pelanggaran tersebut membuat Wembanyama kini mengoleksi tiga poin flagrant foul sepanjang playoff 2026. Ia hanya berjarak satu poin lagi dari sanksi skorsing otomatis sesuai regulasi NBA.
Sebelumnya, Wembanyama sudah menerima flagrant foul 2 saat menghadapi Minnesota Timberwolves pada semifinal Wilayah Barat setelah menyikut Naz Reid.
Meski demikian, Wembanyama tetap menjadi salah satu pemain terbaik Spurs sepanjang Final NBA musim ini dan akan menjadi tumpuan utama tim saat menghadapi Game 5.
Pertandingan berikutnya dijadwalkan berlangsung di San Antonio pada Sabtu malam waktu setempat. Knicks memiliki tiga kesempatan untuk mengunci gelar, sementara Spurs harus berjuang mempertahankan harapan mereka tetap hidup.
Jika mampu meraih satu kemenangan lagi, New York Knicks akan mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun untuk kembali menjadi juara NBA. (ant)

