Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggulirkan program Beasiswa Pemuda Tangguh tahun 2026 sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pendaftaran resmi dibuka mulai 13 hingga 24 April 2026 melalui laman besmart.surabaya.go.id, dengan total kuota mencapai sekitar 23.000 penerima.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan tahun ini difokuskan pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selain membuka pendaftaran secara daring, Pemkot Surabaya juga menerapkan strategi jemput bola. Aparat kecamatan dan kelurahan ditugaskan untuk turun langsung ke lingkungan warga berdasarkan data desil yang telah dimiliki pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk menjangkau calon penerima yang mungkin memiliki keterbatasan akses informasi maupun administrasi.
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa penggunaan basis data desil menjadi instrumen utama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan sistem tersebut, potensi kesalahan penyaluran bantuan dapat ditekan, sehingga bantuan pendidikan dapat tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis data.
Program Beasiswa Pemuda Tangguh tidak hanya memberikan bantuan biaya kuliah, tetapi juga dukungan finansial tambahan bagi mahasiswa. Berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, penerima akan mendapatkan uang saku sebesar Rp300.000 per bulan yang diberikan maksimal lima kali dalam satu semester. Selain itu, terdapat bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp2.500.000.
Durasi bantuan juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk mahasiswa program S1 atau D4, bantuan diberikan hingga semester delapan, sementara untuk program D3 diberikan hingga semester enam. Skema ini diharapkan mampu membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu tanpa kendala finansial.
Adapun persyaratan utama meliputi kepemilikan KTP Surabaya, status sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi negeri atau swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya, serta belum menikah. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengunggah dokumen yang diperlukan.
Tahapan seleksi terdiri dari proses pendaftaran pada 13–24 April 2026, dilanjutkan verifikasi berkas hingga 7 Mei 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Mei 2026, sementara tahap daftar ulang dijadwalkan pada 11–13 Mei 2026.
Melalui program ini, Pemkot Surabaya berharap dapat mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di sektor pendidikan. Selain itu, beasiswa ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan tinggi di Kota Surabaya. (tas)

