Surabaya (prapanca.id) – Bintang muda Victor Wembanyama mencatat sejarah baru di panggung playoff NBA dengan performa defensif luar biasa. Meski timnya, San Antonio Spurs, harus menelan kekalahan tipis 102-104 dari Minnesota Timberwolves pada Gim 1 Semifinal Wilayah Barat, Senin (4/5) waktu setempat, Wembanyama tetap menjadi sorotan utama.
Pemain berusia 22 tahun itu mencatatkan 12 blok, melampaui rekor sebelumnya untuk satu pertandingan playoff NBA di era statistik resmi. Catatan tersebut sekaligus menegaskan dominasinya sebagai salah satu rim protector terbaik di liga saat ini.
Sebelum Wembanyama, rekor blok terbanyak dalam satu pertandingan playoff dipegang bersama oleh Mark Eaton (1985), Hakeem Olajuwon (1990), dan Andrew Bynum (2012), masing-masing dengan 10 blok.
Meski Wilt Chamberlain pernah mencatatkan 16 blok dalam satu laga playoff, pencapaian tersebut terjadi sebelum blok menjadi statistik resmi NBA pada musim 1973-1974.
Dengan torehan ini, Wembanyama tak hanya memecahkan rekor, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain dengan performa defensif paling dominan di fase gugur modern.
Selain blok, Wembanyama juga membukukan 15 rebound dan 5 assist, serta 11 poin. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mencetak triple-double playoff dengan blok, mengikuti jejak Bynum dan Olajuwon.
Ia juga menjadi pemain pertama yang mampu mencatatkan kombinasi minimal 10 poin, 15 rebound, dan 10 blok dalam satu pertandingan playoff.
Namun, performa impresif itu belum cukup membawa Spurs meraih kemenangan. Wembanyama mengalami kesulitan dalam efisiensi tembakan, hanya memasukkan 5 dari 17 percobaan sepanjang laga.
Sepanjang playoff musim ini, Wembanyama tampil konsisten dengan rata-rata 21 poin, 8,8 rebound, dan 4 blok per pertandingan. Ia juga mencatatkan efisiensi tinggi dengan persentase field goal efektif mencapai 65,6 persen.
Performa tersebut melanjutkan dominasinya di musim reguler, di mana ia meraih penghargaan Kia Defensive Player of the Year secara unanimous sebuah pencapaian langka bagi pemain muda.
Meski kalah di gim pembuka, Spurs masih memiliki peluang untuk bangkit di seri ini. Namun, mereka perlu meningkatkan efektivitas serangan untuk mengimbangi dominasi defensif Wembanyama.
Gim kedua akan menjadi krusial bagi Spurs untuk menyamakan kedudukan sebelum seri berlanjut lebih jauh. Sementara itu, Timberwolves akan mencoba mempertahankan momentum kemenangan mereka.
Performa Wembanyama menjadi sinyal kuat bahwa Spurs memiliki fondasi masa depan yang menjanjikan tinggal bagaimana tim mampu memaksimalkan kontribusi sang bintang di kedua sisi lapangan. (ant)

