Surabaya (prapanca.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang progresif melalui raihan penghargaan National Governance Awards 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Jawa Timur dinobatkan sebagai Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program, sebuah pengakuan atas keberhasilan dalam mengembangkan ekonomi berbasis desa secara terintegrasi.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4). Momentum ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan pendekatan pembangunan ekonomi kerakyatan yang diusung Pemprov Jatim.
Dalam keterangannya, Khofifah menilai capaian tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan hasil dari kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada penguatan ekonomi desa. Ia menekankan bahwa strategi pembangunan yang berorientasi pada desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu motor utama dalam pencapaian ini. Pemerintah pusat menilai Jawa Timur berhasil mengintegrasikan penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha produktif dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Dalam implementasinya, Pemprov Jatim telah mengalokasikan berbagai sumber daya untuk memperkuat koperasi desa. Salah satunya melalui fasilitasi legalitas badan hukum bagi ribuan koperasi serta pelatihan manajerial bagi para pengurus. Upaya ini dilakukan untuk memastikan koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu beroperasi secara profesional.
Data Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur menunjukkan bahwa ribuan unit usaha telah berkembang melalui skema KDKMP. Unit tersebut mencakup sektor perdagangan, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik. Kehadiran gerai-gerai koperasi ini dinilai mampu mendekatkan akses kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat rantai distribusi di tingkat desa.
Tak hanya itu, koperasi desa di Jawa Timur juga mulai mengambil peran strategis sebagai agen distribusi barang subsidi seperti LPG dan pupuk. Dengan model ini, koperasi tidak berfungsi sebagai pesaing pelaku usaha lokal, melainkan sebagai penguat ekosistem ekonomi yang sudah ada.
Khofifah menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah daerah, pusat, serta kabupaten/kota bekerja secara simultan untuk memastikan koperasi desa berkembang secara merata di seluruh wilayah. Saat ini, program KDKMP telah menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.
Selain fokus pada penguatan koperasi, Pemprov Jatim juga mendorong strategi hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Sektor pertanian, peternakan, dan hortikultura menjadi prioritas dalam pengembangan ini, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap struktur ekonomi daerah.
Menurut Khofifah, hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Tito Karnavian menilai penghargaan ini sebagai bentuk dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam tata kelola pembangunan. Ia menegaskan pentingnya kompetisi sehat antar daerah guna mempercepat kemajuan nasional.
Ajang National Governance Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi terhadap daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi kebijakan serta dampak nyata bagi masyarakat. Selain Jawa Timur, sejumlah daerah lain juga turut meraih penghargaan dalam kategori berbeda, termasuk Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Situbondo.
Dengan capaian ini, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan momentum sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis desa. Penguatan koperasi dan hilirisasi sektor unggulan dinilai akan menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. (tas)

