Surabaya (prapanca.id) — Rotary International District 3420 menggelar kegiatan Outbound Orientation (OBO) Rotary Youth Exchange (RYE) 2026–2027 sebagai tahap pembekalan bagi siswa terpilih yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke berbagai negara.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Surabaya ini diikuti oleh 20 peserta outbound beserta orang tua mereka. Program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan mental, pemahaman budaya, serta kemampuan adaptasi para peserta sebelum menjalani pengalaman internasional.
District Governor 2025–2026, Dyah Anggraeni, menegaskan bahwa para peserta tidak hanya berstatus sebagai pelajar, tetapi juga membawa identitas bangsa di kancah global. Ia menyoroti pentingnya membangun karakter tangguh serta kemampuan kolaborasi lintas budaya sebagai bekal utama selama program berlangsung.
Sementara itu, District Governor Elect, I Wayan Tur, mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan membuka diri terhadap pengalaman baru dan memperluas jejaring internasional. Hal ini dinilai penting dalam membentuk perspektif global generasi muda Indonesia.
Pembekalan Menyeluruh untuk Adaptasi Global
Outbound Orientation dirancang sebagai program intensif yang mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan pertukaran pelajar. Materi yang diberikan meliputi pengenalan program, pengembangan diri, hingga kesiapan menghadapi perbedaan budaya.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran mereka sebagai duta perdamaian, termasuk etika penggunaan media sosial serta cara merepresentasikan budaya Indonesia di luar negeri. Selain itu, sesi interaktif antara orang tua dan peserta turut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan emosional kedua belah pihak.
Ketua Rotary Youth Exchange 2025–2027, Enny Ambarsari, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pengalaman akademik, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun generasi muda yang toleran dan berwawasan global.
Peran Strategis dalam Misi Perdamaian Dunia
Melalui program Rotary Youth Exchange, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjembatani perbedaan budaya dan memperkuat persahabatan internasional.
Program ini juga sejalan dengan misi Rotary dalam mempromosikan perdamaian dunia melalui pendidikan dan pertukaran budaya. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga membangun jejaring global yang berpotensi memberi dampak jangka panjang.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk merancang masa depan mereka sekaligus berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan saling terhubung. Dengan semangat kolaborasi dan pemahaman lintas budaya, mereka diharapkan mampu membawa nilai positif Indonesia ke panggung internasional.
Komitmen Mencetak Generasi Berdaya Saing Global
Outbound Orientation RYE 2026–2027 menegaskan komitmen Rotary dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan kemampuan adaptasi global.
Dengan pembekalan yang komprehensif, para peserta diharapkan mampu menjalani peran sebagai duta muda Indonesia yang membawa semangat persatuan, toleransi, dan kolaborasi di tengah keberagaman dunia. (anz)

