Surabaya (prapanca.id) – Bintang Nikola Jokic kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah NBA musim 2025/2026. Pebasket asal Serbia itu resmi menjadi pemain pertama yang mampu memimpin liga dalam dua kategori statistik utama sekaligus, yakni rebound dan assist dalam satu musim.
Bersama Denver Nuggets, Jokic mencatatkan rata-rata 12,9 rebound dan 10,9 assist per gim. Catatan ini melengkapi performa impresifnya dengan torehan 27,8 poin per pertandingan, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling komplet dalam sejarah basket modern.
Prestasi Jokic terbilang sangat langka. Bahkan nama-nama besar seperti Russell Westbrook, Oscar Robertson, hingga Wilt Chamberlain yang dikenal dengan dominasi statistik mereka, belum pernah mampu mencapai kombinasi tersebut dalam satu musim.
Keberhasilan ini semakin menegaskan peran Jokic sebagai pemain serba bisa tidak hanya dominan di bawah ring, tetapi juga sebagai pengatur permainan utama tim.
Jokic juga memastikan dirinya memenuhi syarat untuk berbagai penghargaan individu NBA musim ini. Ia tampil dalam laga terakhir musim reguler melawan San Antonio Spurs untuk mencapai batas minimal 65 pertandingan.
Dalam laga tersebut, Jokic bermain selama 18 menit dan mencatatkan 23 poin serta 8 rebound. Keputusan ini diambil meski ia tengah mengalami cedera pergelangan tangan kanan.
Pelatih Nuggets, David Adelman, menyebut keputusan memainkan Jokic hanya di babak pertama sudah sesuai rencana tim dan regulasi liga.
Dengan performa luar biasa sepanjang musim, Jokic kembali masuk dalam radar kuat kandidat Most Valuable Player (MVP). Sebelumnya, ia telah meraih penghargaan MVP pada 2021, 2022, dan 2024.
Selain itu, Jokic juga konsisten tampil di jajaran All-NBA Team dalam sebagian besar kariernya, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik di era modern.
Di sisi lain, pertandingan terakhir musim reguler juga menjadi krusial bagi Nuggets dalam perebutan posisi klasemen Wilayah Barat. Kemenangan atas Spurs memastikan mereka tetap bersaing di papan atas, di tengah tekanan dari tim seperti Los Angeles Lakers.
Pencapaian Jokic musim ini bukan sekadar statistik, melainkan redefinisi peran seorang center dalam basket modern. Ia tidak hanya menjadi pencetak angka atau penguasa rebound, tetapi juga motor utama distribusi bola sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah NBA. (ant)

