Surabaya (prapanca.id) – Kehadiran MacBook Neo, laptop paling terjangkau yang pernah dirilis Apple, ternyata tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga memancing respons dari para pesaingnya. Salah satu yang cukup vokal adalah AMD, produsen chipset asal Amerika Serikat yang menyoroti keterbatasan perangkat tersebut dalam menjalankan game PC secara native.
Sejak diperkenalkan pada Maret 2026, MacBook Neo mendapatkan sambutan positif berkat kombinasi harga yang lebih ramah dibanding lini MacBook lainnya, desain premium, serta efisiensi daya khas Apple Silicon. Namun di balik popularitas itu, kemampuan perangkat untuk kebutuhan gaming menjadi sorotan.
Dalam materi promosinya, AMD membandingkan MacBook Neo dengan laptop Windows berbasis Ryzen 200 Series, khususnya HP OmniBook X Flip yang menggunakan prosesor Ryzen 5 220.
AMD menilai ekosistem Windows masih unggul untuk kebutuhan gaming karena mendukung lebih banyak judul game secara native. Perusahaan tersebut mengklaim sebagian besar game PC populer belum dapat berjalan langsung di MacBook Neo tanpa bantuan aplikasi tambahan atau lapisan kompatibilitas.
Perbandingan ini tidak lepas dari perbedaan mendasar arsitektur yang digunakan kedua perangkat. Laptop berbasis AMD menggunakan platform x86 yang selama bertahun-tahun menjadi standar industri game PC, sementara MacBook Neo mengandalkan chip Apple A18 Pro yang berbasis ARM.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengembang game masih memprioritaskan Windows sebagai platform utama mereka.
Meski mendapat kritik terkait gaming, MacBook Neo tetap dinilai memiliki performa yang solid untuk penggunaan sehari-hari.
Chip A18 Pro yang menjadi otak perangkat menawarkan efisiensi daya tinggi dengan performa yang cukup untuk aktivitas produktivitas seperti pengolahan dokumen, pekerjaan kreatif ringan, multitasking, hingga konsumsi konten digital.
Apple juga membekali perangkat ini dengan teknologi MetalFX, sistem rendering yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman visual dan kinerja grafis pada aplikasi maupun game yang telah dioptimalkan untuk macOS.
Namun demikian, keterbatasan katalog game masih menjadi tantangan utama. Pengguna memang dapat memainkan beberapa game Windows melalui aplikasi seperti Parallels, CrossOver, maupun Game Hub, tetapi pengalaman tersebut tidak sepenuhnya setara dengan dukungan native.
Di Indonesia, MacBook Neo mulai dipasarkan secara resmi sejak Mei 2026. Kehadirannya menjadi langkah strategis Apple untuk menjangkau segmen konsumen yang sebelumnya sulit mengakses produk MacBook karena faktor harga.
CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi, menilai Apple sengaja menghadirkan perangkat ini untuk memperluas basis pengguna, khususnya kalangan muda dan pembeli pertama produk Apple.
Menurut Joy, selama ini harga MacBook sering dianggap terlalu tinggi bagi sebagian konsumen, terutama mahasiswa, pekerja baru, dan pengguna yang baru ingin masuk ke ekosistem Apple.
Dengan harga yang lebih terjangkau, MacBook Neo dinilai mampu menjadi pintu masuk bagi pengguna baru yang menginginkan pengalaman macOS tanpa harus membeli MacBook Air atau MacBook Pro yang memiliki harga lebih tinggi.
Apple disebut membidik kelompok Gen Z dan pengguna pemula sebagai target utama MacBook Neo.
Segmen ini dinilai memiliki kebutuhan terhadap laptop yang ringan, modern, memiliki daya tahan baterai panjang, serta mampu mendukung aktivitas belajar dan bekerja secara fleksibel.
Joy Wahjudi menyebut pengguna Apple yang sudah lama berada di dalam ekosistem perusahaan kemungkinan tetap memilih model dengan spesifikasi lebih tinggi. Sementara itu, MacBook Neo lebih relevan bagi konsumen yang baru pertama kali menggunakan perangkat Apple.
Strategi tersebut dianggap cukup tepat di tengah kondisi pasar elektronik yang semakin kompetitif dan sensitif terhadap harga.
Salah satu daya tarik terbesar MacBook Neo adalah banderol harganya.
Laptop ini dipasarkan mulai Rp10,4 jutaan, menjadikannya MacBook paling murah yang tersedia secara resmi saat ini.
Harga tersebut membuat MacBook Neo berada pada segmen yang lebih kompetitif dibandingkan produk Apple sebelumnya, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi konsumen yang ingin beralih ke ekosistem Apple.
MacBook Neo hadir dengan desain aluminium khas Apple yang ringan dan kokoh. Perangkat ini mengusung sejumlah fitur premium yang sebelumnya lebih identik dengan lini MacBook berharga tinggi.
Beberapa spesifikasi utama MacBook Neo meliputi:
- Chipset Apple A18 Pro
- Sistem operasi macOS terbaru
- Desain aluminium ringan dan premium
- Dukungan teknologi grafis MetalFX
- Efisiensi daya tinggi khas Apple Silicon
- Baterai tahan lama untuk penggunaan sehari-hari
- Ditujukan untuk produktivitas, pendidikan, dan hiburan
Secara global, perangkat ini dibanderol mulai USD 599, menjadikannya salah satu produk Apple dengan harga paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi pengguna yang menjadikan gaming PC sebagai prioritas utama, laptop Windows berbasis AMD maupun Intel masih menjadi pilihan yang lebih ideal karena menawarkan kompatibilitas game yang jauh lebih luas.
Namun untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas, mobilitas, daya tahan baterai, desain premium, serta integrasi dengan ekosistem Apple, MacBook Neo tetap menjadi salah satu opsi paling menarik di kelas entry-level.
Kontroversi yang muncul akibat sindiran AMD justru menunjukkan bahwa MacBook Neo berhasil menarik perhatian pasar dan mulai menjadi pesaing serius di segmen laptop terjangkau yang selama ini didominasi perangkat Windows. (ant)

